Marwah DPRD Gresik Tercoreng, Oknum Anggota Diduga Tekan Developer The Oso untuk Rumah Murah Rp200 Juta dengan Dalih Backup.

banner 468x60

   

Gresik, Data Central Media 9 — Marwah lembaga legislatif tercoreng setelah mencuat kabar adanya seorang anggota DPRD Gresik yang diduga meminta rumah murah kepada salah satu developer perumahan The Oso di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

banner 336x280

Informasi yang beredar menyebutkan, rumah seharga Rp400 juta diminta agar bisa ditebus hanya Rp200 juta. Dugaan praktik tidak pantas tersebut diungkap kuasa hukum The Oso, Debby Puspita Sari.

Debby menuturkan, pada Jumat (12/9/2025) lalu, Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perumahan The Oso. Sejumlah anggota dewan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Surat undangan kunjungan tidak diberikan secara langsung kepada The Oso, hanya melalui perangkat desa via WhatsApp,” ujar Debby, Minggu (14/9/2025).

Namun, menurut Debby, saat sidak berlangsung, oknum anggota dewan bukannya fokus membahas persoalan drainase sebagaimana tertuang dalam surat elektronik kunjungan, melainkan meminta jatah rumah dengan harga murah.

“Dia katakan, saya beli tapi dengan harga Rp200 juta. Saya minta dua. Kalau owner ngasih dua unit rumah itu, nanti perumahan saya backup penuh, gak akan saya bikin rame. Katanya gitu,” papar Debby menirukan ucapan oknum dewan tersebut.

Debby sempat balik bertanya mengenai maksud “backup” yang dimaksud, namun justru mendapat respons yang dinilai tidak pantas. “Lalu bilang ke saya, ini kalau pengacara yang turun berarti ada apa ini? Berarti kan ada sesuatu yang tidak baik. Kamu ketakutan ya?” imbuhnya.

Ia menegaskan, permintaan itu bukan hanya sekali disampaikan. “Sehari sebelum sidak atau H-1 sidak juga sudah bilang,” jelasnya.

Debby menambahkan, seluruh perizinan The Oso sudah lengkap, mulai dari izin pembangunan tahun 2023 hingga dokumen pendukung seperti izin banjir. Saat ini proyek belum memasuki tahap pembangunan massal, baru sebatas rumah contoh dan akses jalan.

“Ujung-ujungnya, sidak belum dibuka, belum assalamu’alaikum, langsung bilang mana izin-izinnya. Padahal ini bukan kewenangan Komisi III, melainkan Komisi II. Kami sudah diperiksa oleh dinas perizinan dan Komisi II, semua izin lengkap,” tegas Debby.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan terkait kasus ini. “Besok Senin kita rapat,” jawabnya singkat.

Team

banner 336x280