Gresik, Data Central Media 9 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) Kabupaten Gresik menggelar audiensi bersama jajaran perangkat Desa Mojowuku terkait dugaan penyerobotan lahan milik petani.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Mojowuku pukul 14.07 WIB itu menjadi momentum penting dengan hadirnya jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPK-RI yang didampingi pengurus DPC Jombang.
Audiensi dihadiri oleh Ketua DPC LPK-RI Gresik, Gus Aulia, SE., S.H., M.M., M.Ph., perwakilan DPP LPK-RI atas mandat Ketua Umum DPP LPK-RI Faiz Adam, yang diwakili Mas Dana, serta Kepala Desa Mojowuku, Aji Notoprawiro.
Perwakilan DPP menegaskan pentingnya soliditas antar-DPC di seluruh Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak konsumen sekaligus memperkuat kolaborasi kelembagaan.
Audiensi ini juga memperkuat komitmen DPC Gresik dalam mendampingi masyarakat, khususnya petani yang terjerat persoalan agraria. Melalui dialog bersama Kepala Desa Mojowuku, konflik sengketa lahan yang selama ini berlarut mulai menemukan titik terang menuju penyelesaian adil dan berpihak kepada petani.
“Semoga konflik sengketa lahan ini segera tuntas dengan pembayaran lunas kepada para petani, sehingga hak masyarakat benar-benar terpenuhi,” tegas Mas Dana dari DPP LPK-RI.
Sebagai lembaga perlindungan konsumen, LPK-RI terus berkomitmen aktif memberikan advokasi dan konsultasi hukum di berbagai bidang, antara lain:
-
Kredit macet
-
Ancaman lelang rumah (agunan)
-
Penyitaan/penarikan kendaraan kredit
-
Pemutusan listrik sepihak
-
Pinjaman online (Pinjol)
-
Asuransi
-
Persoalan agraria
-
Pelayanan publik
-
Pelayanan kesehatan
-
Pendidikan
-
Makanan dan minuman
-
Ketenagakerjaan
-
Dan berbagai persoalan lain yang merugikan konsumen
Dengan cakupan luas tersebut, LPK-RI menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak konsumen, sekaligus mempererat jalinan kerja sama antar-DPC dan DPP di seluruh Indonesia.
Menutup pertemuan, perwakilan DPP LPK-RI, Mas Dana, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Ketua Umum untuk menghadirkan para jenderal yang menjadi Pembina dan Penasehat LPK-RI ke DPC Gresik.
Kehadiran tokoh-tokoh strategis ini diharapkan mampu memberikan bimbingan, arahan, serta masukan penting dalam memperkuat advokasi, mengingat masih banyak ketidakadilan yang dialami masyarakat—baik oleh lembaga swasta maupun penyalahgunaan wewenang pejabat publik.
Audiensi ini bukan hanya ruang konsolidasi, melainkan penanda bahwa LPK-RI tetap konsisten menjadi tameng dan suara rakyat, khususnya konsumen dan petani yang kerap menjadi korban praktik tidak adil.









