Gresik, Data Central Media 9 – Sejumlah warga Manyar menyampaikan keluhan kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, terkait terbatasnya lapangan kerja bagi masyarakat lokal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
“Banyak pabrik baru berdiri di JIIPE, tapi kenyataannya warga Gresik masih banyak yang menganggur. Apakah benar kami diprioritaskan?” tanya seorang warga di hadapan Bupati.
Menanggapi hal itu, Gus Yani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyiapkan mekanisme perekrutan tenaga kerja lokal melalui kerja sama pemerintah desa, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta platform Gresik Kerja.
“Semua lowongan di JIIPE bisa diakses masyarakat. Kami pastikan warga Gresik tetap jadi prioritas,” tegasnya.
Namun, sebagian warga masih mengeluhkan sistem online yang dianggap menyulitkan. Mukhlas, salah seorang warga, mengaku banyak pelamar asal Gresik belum juga mendapat panggilan meski sudah mendaftar.
Terkait hal tersebut, Bupati Yani menekankan pentingnya kompetensi.
“Perusahaan mencari tenaga sesuai keahlian. Jadi kalau belum diterima, ada dua kemungkinan: belum giliran atau belum sesuai kualifikasi. Tapi pemerintah tidak tinggal diam,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Disnaker Gresik akan menggelar pertemuan dengan manajemen JIIPE dan para kontraktor pada Rabu, 1 Oktober 2025. Agenda ini membahas keluhan masyarakat serta mencari solusi agar tenaga kerja lokal lebih banyak terserap.
“Intinya, kami ingin memastikan warga Gresik benar-benar mendapat prioritas kerja di JIIPE,” pungkas Gus Yani, disambut tepuk tangan warga.
Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) merupakan kawasan industri besar yang digadang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Meski demikian, distribusi kesempatan kerja masih menjadi sorotan, terutama terkait keterlibatan tenaga kerja lokal.
Ramelan
Post Views: 26